Blogger Tips and TricksLatest Tips For BloggersBlogger Tricks

Syukurilah Hidupmu, Maka Tak Akan Ada Kegelisahan

* Manusia dan kegelisahan


Dalam buku Siayathul Qulub (Cambuk Hati) yang di tulis oleh Dr. Aidh bin Abdullah Al-Qarni menyatakan bahwa kehidupan itu tiada lain hanyalah terdiri dari menit dan detik. Ia tiada lain hanyalah terdiri dari malam dan siang. Dan tiada lain hanyalah terdiri dari hembusan-hembusan nafas. Memang waktu adalah hidup; waktu lebih berharga daripada emas dan perak; waktu lebih berharga dan lebih tinggi artinya daripada ketenaran dan kedudukan. Mengejar kenyamanan hidup dan kenikmatan dunia tak akan ada habisnya. Karena kita datang dan pergi untuk keperluan kita sendiri dan keperluan orang hidup.

Di dunia ini, kita sudah mengenal dan sering mendengar tentang hidup selalu berdampingan. Ada hidup dan mati; baik dan jelek; kaya dan miskin; dan juga ada ketenangan dan kegelisahan. Kita sering melihat berapa banyak orang yang sukses dengan kehidupannya. Mereka mempunyai kekayaan berlimpah dan melihat berapa banyak orang yang mengais nikmat Allah dengan memulung. Mereka adalah contoh kehidupan yang sering kita lihat. Namun, pertanyaan yang ada dalam benak kita sekarang; berapa banyak orang yang memiliki segalanya mati dengan bunuh diri atau berapa banyak orang yang putus asa dengan hidupnya? Sebenarnya apa yang di cari dalam hidup ini, sedangkan mereka semua berakhir dengan rasa kegelisahan dalam hati mereka.

hati kita akan semakin gelisah, kalau hidup kita hanya setandarkan dengan kehidupan duniawi. Lihat para pemuka agama; mereka tak jarang hanyalah orang-orang yang hidupnya mangabdikannya dengan melayani Tuhannya. Akan tetapi, apa jawaban mereka jika kita tanya tentang hidupnya. Kebanyakan mereka akan menjawab; syukurilah hidup ini, maka tak akan ada kegelisahan dalam batin ini. Kegelisahan hidup adalah bagian dari kehidupan manusia, bagian yang tertanam di dalam hati kita. Namun, tinggal bagaimana cara kita menekan rasa gelisah ini menjadi tenang.

Semua hasil dalam pencarian hidup ini, baik berupa karir yang meningkat, prestasi, dan bahkan kekayaan yang melimpah. Itu semua bukanlah suatu tujuan akhir, melainkan awal dalam menjalani hidup. Permasalahannya sekarang adalah siapa yang akan menjadi orang yang benar-benar bahagia dalam hidup ini atau menjadi orang selalu gelisah dalam hidup ini.

Semua itu akan menjadi berbeda, kalau kamu tahu pilihan yang harus di jalani. Untuk itu, pilihannya yang ditawarkan dalam buku Langkah menuju Jiwa Sehat yang di tulis oleh Dr. Muhammad Tohar, SpKj yaitu menikmatinya dengan puas dan mandayagunakan secara optimal atas apa yang kita hasilkan dengan membuat hati kita lega, bersyukur, dan merasakan secercah kebahagiaan. Sebaliknya, jika kita menolaknya atau (kadang) mengumptnya dengan melihat hanya sisi kurang dari hasil itu, maka hati kita akan gelisah bahkan kecewa, sedih, dan kebahagiaan pun terganggu.

Dalam setia menjalani hidup kita ini, akan selalu ada multiple choice yang harus kita pilih. Sedangkan efeknya akan tahu, setelah itu terjadi. Masihkah mau menjalani hidup ini dengan gelisah, kalau ada pilihan untuk mendapat kebahagiaan.

* Manusia dan kegelisahan


Dalam buku Siayathul Qulub (Cambuk Hati) yang di tulis oleh Dr. Aidh bin Abdullah Al-Qarni menyatakan bahwa kehidupan itu tiada lain hanyalah terdiri dari menit dan detik. Ia tiada lain hanyalah terdiri dari malam dan siang. Dan tiada lain hanyalah terdiri dari hembusan-hembusan nafas. Memang waktu adalah hidup; waktu lebih berharga daripada emas dan perak; waktu lebih berharga dan lebih tinggi artinya daripada ketenaran dan kedudukan. Mengejar kenyamanan hidup dan kenikmatan dunia tak akan ada habisnya. Karena kita datang dan pergi untuk keperluan kita sendiri dan keperluan orang hidup.

Di dunia ini, kita sudah mengenal dan sering mendengar tentang hidup selalu berdampingan. Ada hidup dan mati; baik dan jelek; kaya dan miskin; dan juga ada ketenangan dan kegelisahan. Kita sering melihat berapa banyak orang yang sukses dengan kehidupannya. Mereka mempunyai kekayaan berlimpah dan melihat berapa banyak orang yang mengais nikmat Allah dengan memulung. Mereka adalah contoh kehidupan yang sering kita lihat. Namun, pertanyaan yang ada dalam benak kita sekarang; berapa banyak orang yang memiliki segalanya mati dengan bunuh diri atau berapa banyak orang yang putus asa dengan hidupnya? Sebenarnya apa yang di cari dalam hidup ini, sedangkan mereka semua berakhir dengan rasa kegelisahan dalam hati mereka.

hati kita akan semakin gelisah, kalau hidup kita hanya setandarkan dengan kehidupan duniawi. Lihat para pemuka agama; mereka tak jarang hanyalah orang-orang yang hidupnya mangabdikannya dengan melayani Tuhannya. Akan tetapi, apa jawaban mereka jika kita tanya tentang hidupnya. Kebanyakan mereka akan menjawab; syukurilah hidup ini, maka tak akan ada kegelisahan dalam batin ini. Kegelisahan hidup adalah bagian dari kehidupan manusia, bagian yang tertanam di dalam hati kita. Namun, tinggal bagaimana cara kita menekan rasa gelisah ini menjadi tenang.

Semua hasil dalam pencarian hidup ini, baik berupa karir yang meningkat, prestasi, dan bahkan kekayaan yang melimpah. Itu semua bukanlah suatu tujuan akhir, melainkan awal dalam menjalani hidup. Permasalahannya sekarang adalah siapa yang akan menjadi orang yang benar-benar bahagia dalam hidup ini atau menjadi orang selalu gelisah dalam hidup ini.

Semua itu akan menjadi berbeda, kalau kamu tahu pilihan yang harus di jalani. Untuk itu, pilihannya yang ditawarkan dalam buku Langkah menuju Jiwa Sehat yang di tulis oleh Dr. Muhammad Tohar, SpKj yaitu menikmatinya dengan puas dan mandayagunakan secara optimal atas apa yang kita hasilkan dengan membuat hati kita lega, bersyukur, dan merasakan secercah kebahagiaan. Sebaliknya, jika kita menolaknya atau (kadang) mengumptnya dengan melihat hanya sisi kurang dari hasil itu, maka hati kita akan gelisah bahkan kecewa, sedih, dan kebahagiaan pun terganggu.

Dalam setia menjalani hidup kita ini, akan selalu ada multiple choice yang harus kita pilih. Sedangkan efeknya akan tahu, setelah itu terjadi. Masihkah mau menjalani hidup ini dengan gelisah, kalau ada pilihan untuk mendapat kebahagiaan.

Comments (0)